sesion 2

Posted in NTT on April 26, 2009 by mcvandee

Dari lantai pertama dan kedua terdengar dengungan mesin AC yang bentuknya masih kotak di lantai ketiga aku tak melihat sedikitpun ada onggokan mesin AC dari luar, pikiranku sudah melayang.. “ok.. kita makek kipas angin..” sampai di lantai tiga dengan perjuangan dan peluh yang bercucuran.. he3 sangking banyaknya keringet ampe kerasa di bibir.. asin coy… kamarku berukuran ± 3x3m terdiri dari 2 bed. Satu bed terdiri dari dua tingkat bed, dan satu lagi hanya satu kasur. Sial.. tasku cantolanalnnya jebol.. maklum aku beli “lemari” (tas gede-red) segede gajah gitu murah.. ngirit gitu.. doku kan pas-pasan.. yah aku pikir awet.. eh.. bener orang jawa bilang.. “rego nggowo rupo” artinya harga suatu barang menggambarkan baik tidaknya barang.. well, maw gemana lagi..

Tampak kipas angin yang besar tergantung di atap kamar. Aku cari sakelar kipas angin dan ketemu.. eh… ternyata kipas anginpun mati.. jadilah aku tidur tanpa alat pendingin sama sekali. Padahal asal pada taw saja ya.. kota Kupang itu panasnya bukan main.. atau mungkin kami dateng pas lagi panas-panasnya.. yang jelas malam itu tidur dan pagi-pagi sudah keringetan.. tanpa “olahraga” apapun.. he3.. Sudah datang telat, jadi kuli angkut, dapet kamar “ekslusif” lagi.. wes gak popo… mestine nanti di tempat PTT pasti lebih menderita.. apalah arti kipas angin atau AC, setidaknya sekarang ini?.. Aku sendiri gag bisa bobok kalo belum mandi.. setelah melihat karena ngantuk yang sudah tidak tertahankan lagi akupun terlelap dalam panasnya suhu di kota Kupang ini..

D’ 1st day at Kupang..

Mesti bangun jam 6 pagi.. padahal baru tidur semalem jam 2-an (WITA) lebih.. hiks.. tidak lupa aku menguras bak mandi karena amit2 kotornya… huf.. bener2 kamar spesial.. baru sekali ini aku menginap hotel dan menguras bak sendiri.. hihihi… kacau banget dah.. abiz mandi, setrika baju karena emang bajunya udah ikut tidur juga di tas.. sehingga kucel banget.. secara, hari ini ketemu kadinkes prop NTT gitu loch.. so harus rapih..

Jam menunjukkan waktu pukul setengah 8 pagi WITA, tak lupa ku-pas-in dulu jammnya karena semalem emang belom sempet menyamakan skor WIB dan WITA. Baru jam setengah 8 pagi kota Kupang ini terasa panas. Kalo orang jawa bilang sumuk, atau gerah. Baju yang habiz disetrika bekerjasama secara sinergis dengan panasnya kota Kupang ini untuk membuat keringatku bercucuran kayak kue cucur.. wkwkwkw.. emang kue cucur bercucuran ya.. lalu kenapa dinamain kue cucur? Hehehe..

Satu kompi dokter PTT di hotel kami turun satu-persatu menuju depan hotel untuk segera pergi ke Kantor Dinkes Kupang, kita semua hampir semua belon tau kayak apa Kupang ini dan mesti kemana arah menuju kantor Dinkes. Beruntung ada pak Nyoko, pegawai depkes pusat yang sudah diceritakan sebelumnya, memberi tahu cara menuju kesana. Kita naek bemo (istilah angkutan kota di Kupang ini) warna hijau. Sebenarnya kalo pada umumnya bemo menunjuk pada kendaraan umum seperti bajaj beroda tiga yang dikendarai dengan motor semacam vespa, tapi kalu bemo disini ya angkot beroda empat seperti angkot pada umumnya. Sesuatu yang spesial yang tidak dapat ditemukan di tempat lain selain di NTT terutama Kupang ini adalah bahwa bemo disini full musik. Full musik dalam arti yang sebenarnya, bukan karena kendaraan rusak kayak kaleng jadi dibilang full musik. Bemo disini dilengkapi dengan sound system yang ajeb-ajeb.. dengan tape CD di depan, kemudian kabel output sound yang disalurkan ke speaker woofer/subwoofer yang diletakkan memanjang tepat dibawah kursi belakang samping kanan maupun kiri. Sehingga kursi yang diduduki akan terasa lebih tinggi, dan kita (terutama orang-orang yang memiliki postur tubuh yang tinggi) harus menunduk agar kepala kita tidak kejedot atap bemo atau pegangan tangan yang dipasang tepat didepan atas muka kita. Secara, karena speaker segede itu diletakkan dibawah kursi, maka para manusia yang duduk diatas kursi akan merasakan getaran hebat akibat suara berfrekuensi rendah yang disetel dengan amplitudo yang tinggi… (hehehe.. bener gak yah.. maap ya kalo salah).. berrr.. berrr…. ya kira-kira seperti itulah rasanya.. he3.. Selain dilengkapi dengan soundsystem yang tob markotob punya, bemo disana juga dilengkapi dengan lampu hias warna-warni, sehingga kalau malam tiba, kamu akan merasa seperti di diskotik mini. Wew… macho pisan ya.. juga biasanya di tambahi juga dengan hiasan boneka gantung sehingga memperindah bemo. Jangan lupa, bemo-nya juga wangi loh, karena biasanya ada parfum yang digantung. Keren kan..

Dengan uang sebesar Rp. 2.000,- kita sampai dipertigaan dan harus berjalan sekira 300-400 m untuk menuju kantor Dinkes. Sempai disana sudah ada teman2 yang lain. Ternyata ada teman sejawat lain yang tidak menginap di hotel kam. Ada lagi hotel lain yang juga menjadi tempat naungan dokter-dokter PTT, namanya hotel Cendana.

Oh iya, ngomong-ngomong masalah Cendana nih, di NTT ini pohon Cendana di daerah-daerah tertentu tumbuh dengan baik dan wanginya konon bener-bener maknyuss dan sudah diakui, bahkan oleh para perajin-perajin kayu di Bali. Yang dimaksud dengan daerah-daerah tertentu adalah daerah yang pulaunya terdiri dari batu karang. Nah kalo bingung, aku beri taw yah…

NTT ini, terdiri dari empat pulau besar di dalamnya yaitu P. Flores, P. Sumba, P. Timor, dan P. Alor. (Kalau penasaran dmana letak pulau-pulau ini, teman-teman bisa cari di Peta). Itulah kenapa, provinsi NTT ini disebut juga FLOBAMORA (mungkin beberapa rekan sudah pernah mendengarnya), yang merupakan singkatan dari FlOres-sumBA-tiMOR-Alor. Nah, menurut cerita, pulau Flores, Sumba dan Alor, adalah pulau yang terbentuk karena adanya tekanan dari perut bumi yang bergejolak ingin keluar ke atas. Sehingga terbentuklah sebuah gundukan pulau. Keadaan ini yang bisa menceritakan kenapa di pulau Flores jarang sekali dijumpai tanah datar yang cukup luas (saya bilang jarang lho ya.. bukan berarti tidak ada). Disini daerahnya extreem. Di misalnya kecamatan A dataran rendah yang biasanya panas, semantara di kecamatan B yang notabene di sebelahnya terletak di pegunungan yang hawanya suejuk tenan… kondisi ini pula yang bisa dijadikan alasan kenapa di pulau Flores seringkali terasa getaran gempa bumi (meskipun katanya akhir-akhir ini jarang). Sementara itu, Pulau Timor adalah sebuah pulau yang terbentuk dari karang. Jadi, dulunya pulau P. Timor ini adalah bebatuan karang, yang bagian atasnya lama-lama melapuk, sehingga mambantuk tanah. Tapi pada dasarnya dibawahnya adadalah batu karang. Hal ini pula yang bisa mendasarkan kenapa di sini air susah sekali didapatkan. tentu saja menggunakan sumur adalah hal yang sangat sulit, dan ketika saya bertanya, kenapa tidak memakai sumur bor?, mereka menjawab, karena memakai bor pun susah, karena tanah dibawahnya adalah karang dan kapur, sehingga bor-bor biasa tidak sanggup untuk melubangi perut bumi ini. Harus memerlukan mata bor khusus yang saya kurang paham mengenai itu, entah memakai intan, atau apalah.. yang jelas harus khusus. Bisa teman lihat kan iklan AQUA (wah ini dapat sponsor AQUA nih harusnya.he3) yang “beta sonde pernah terlambat lagi” itu… Hal ini juga bisa digunakan sebagai alasan mengapa di P Timor tidak (setidaknya belum.he3) pernah diguncang gempa, bahkan katanya saat tsunami kemarin. Nah soal cendana tadi, perlu diketahui juga, bahwa pohon cendana yang baik, dalam arti berbau harum, adalah pohon yang sudah dewasa. Konon katanya yang baik adalah yang berumur sekitar 40 tahun. Dan apabila mencapai 80 tahun, maka Cendana ini kualitasnya adalah yang terbaik. Hihihi… tuek deh kita.. Jadi begini, dalam sebuah pohon cendana, bagian yang paling wangi adalah bagian tengah dari batang pohon. Sudah saya coba karena penasaran, saya ambil daunnya, dan saya kelupas sedikit kulit batangnya, tidak ada sedikitpun di bagian itu yang baunya harum. Jadi semakin besar dan tua pohon cendana, maka bagian harumnya juga akan semakin luas dan bagian tengahnya akan semakin wangi. Seperti kita ketahui bahwa transport air pada tumbuhan adalah melalui batang. Sehingga otomatis pada cendana, semakin sedikit air yang ditransport ke atas, maka semakin sedikit pula kandungan air pada bantangnya, semakin wangi pula harum cendana. Nah itulah sebabnya, kualitas cendana di P Timor, jauh lebih bagus dibanding cendana di P Flores. Oh, iya, katanya, kalau kualitas cendana yang bagus untuk pulau Jawa, adalah didaerah Gunungkidul (kalau ini saya tidak tahu), karena daerahnya juga terdiri dari tanah yang kering. Pohon Cendana sendiri, pada awal hidupnya merupakan tumbuhan parasit. Jadi untuk bisa hidup, dari semasa kecil, harus ada pohon inangnya terlebih dahulu, baru setelah sedikit dewasa, pohon inangnya akan mati, dan pohon Cendana akan hidup dengan enaknya. Mangapa harus menggunakan pohon inang? Menurut apa yang saya baca di internet, bahwa pada awal kehidupannya, Cendana ini tidak cukup memiliki akar yang kuat untuk menopang hidupnya, sehingga akan menjadi dia harus menjadi benalu dari akar pohon lain. Sebagai tambahan lagi, bahwa kayu Cendana ini jika dijual akan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Sayangnya, apabila pohon Cendana ini sudah dewasa, maka dimanapun, kapanpun, bagaimanapun, dan apapun yang terjadi, maka itu diakui sebagai milik pemerintah. Sehingga ada cerita, apabila ada pohon Cendana muli dewasa, maka penduduk setempat memilih menebangnya sebelum tumbuh dewasa. Karena percuma saja, hanya manjadi hak pemerintah untuk memotong dan menjualnya. Saya rasa sudah cukup, kalo masih ingin bertanya, silahkan isi comment saja yah..

Setelah semua berkumpul pagi itu, diberitahukan oleh petugas Dinkes bahwa acara di undur jam 13.00 WITA. He3.. enak kan.. Karena aku masih ngantuk, kupikir pulang ke hotel sajalah untuk kembali beristirahat. Dan aku mebali menggunakan bemo dengan nomor yang sama yaitu nomor “6” untuk kembali ke hotel. Sementara istriku bersama temannya ingin pergi makan. Aku titip dibelikan makanan saja. Aku terbangun sebentar ketika jam menunjukkan sekitar jam 10an lebih, karena istriku pulang hotel bersama teman-temannya. Dia juga ngantuk, trus ikutan tidur. Alarm di handphone menunjukkan pukul 12.00 WITA, ketika dia meneriaki telingaku sampai aku terbangun dengan keringat yang buanyaknya minta ampun karena udara yang super panas. Huh… lesu sekali rasanya.. tidur, dan bangun siang-siang begini. Malas sebenarnya untuk pergi lagi, tapi Kadinkes sudah menunggu.. jadi aku harus segera siap-siap berangkat lagi… berengkeeet.. Dengan cara yang sama aku sampai di Dinkes, hanya saja kali ini supir bemo mau mangantarkan langsung sampai ke depan pintu Dinkes. Sehingga tidak perlu kepanasan lebih lama lagi. Karena jam segini panasnya,bukan Cuma panas biasa.. tapi di kulit terasa sekali menyengat.. Dinkes prop NTT terdiri dari dua lantai,di bawah adalah kantor utama, dan diatas terdiri dari ruangan pertemuan dan beberapa ruangan yang sepertinya digunakan juga untuk kantor. Ketika sampai di tangga menuju ruang pertemuan, saya bertemu dengan sosok bapak-bapak berusia sekitar 40 tahun, dengan kepala bagian atas dan depan yang sudah botak, kulitnya hitam, dan tampak percaya diri, menanyakan ke teman-teman yang lain: “Manggarai Barat ya? dari Bali ya?”, yang jika dikombinasikan dengan bahasa tubuhnya bermaksud menanyakan apakah kabupaten tujuan PTTnya di Manggarai Barat, dan apakah Anda dari Bali.. dan ketika kulihat beliau bertanya, teman-teman menjawab bukan. Kebetulan tujuanku adalah Manggarai Barat, dan aku lihat di internet kalau Kadinkes Manggarai Barat adalah orang yang berasal dari Bali. Istrikupun memaksa untuk mendekatinya.. karena siapa tahu dia adalah Kadinkes Manggarai Barat, kana lumayan tuh cari muka dulu.. wkwkwkw.. dengan perasaan yang enggan, akhirnya kuberanikan diri untuk menanyakannya..

Aku : “maaf saya di Manggarai Barat Pak..”

Beliau : “oh, kamu manggarai barat?” dengan logat NTT yang kental, menunjukkan kalau dia sudah lama hidup disini.

Aku : “iya Pak, maaf apakah bapak kepala dinkes Manggarai Barat?”

Beliau : “ bukaaann, saya juga dokter PTT…”

Betapa malunyaaaaaa saya…. sudah PeDe banget kalo dia Kadinkes, eeeh, ternyata eh ternyata dokter PTT juga… belakangan aku ketahui, ternyata namanya Pak Mikael Yaman, seorang dokter gigi lulusan Udayana yang juga PTT di Manggarai Barat.. mengenai siapa beliau,beiau adalah orang aseli Manggarai Barat yang sudah lama hidup di Jawa, dia ikut PTT kali ini dengan harapan setelah PTT ini dia hendak mengajukan diri menjadi PNS di Manggarai Barat, maksudnya mau pulang kampung dan berbakti di kampungnya aja gitu loch.. Jadi, ternyata dia menanyakan dari Bali adalah apakah kamu lulusan dari Bali (Udayana).. hihihihi… cape deeeh…

Kemudian kamipun menuju pada suatu ruang pertemuan yang setelah terisi oleh kami (sekitar 100 orang/lebih) cukup penuh dan menyebabkan suhu did alam ruangan yang meningkat. Padahal setidaknya ada 4 buah AC di ruangan itu, namun tidak kuasa menahan panasnya ruangan ini. Sepertinya AC-nya memerlukan servis nih.. karena setelah dibuka jendelanya malah sedikit lebih segar dibanding menggunakan AC, meskipun sebenarnya tetap saja terasa sumpek dan panas. Kebetulan aku duduk ditempat yang jauh dari jendela. Huf3… padahal kita disuruh memakai jas putih pula..adududuh.. gerah euy..

Setelah pertemuan selesai, waktu menunjukkan sekitar pukul empat sore, agak teduh dibanding tadi siang, namun tetap terasa panas bagiku. Kemudian aku ingat bahwa aku punya kartu Indosat 3.5G Broadband Unlimited, kemudian aku isi dengan status account Facebook-ku yang menunjukkan kalau aku sedang di Kupang. Ternyata tidak selang berapa lama ada teman SMA dulu (laki-laki lhow.., tapi bukan homo lhow..) yang menanyakan aku di kupang sebelah mana.. dan aku baru teringat kalau ternyata dia juga sedang di Kupang.. ya Tuhaan.. ada teman juga yang hidup disini.. sebenarnya aku punya teman, setidaknya 3 teman yang asli anak Kupang, namun mereka sepertinya betah hidup di Jawa dan sepertinya juga jarang pulang.he3. Aku cari nomor handphone di profil facebook-nya ketemu, dan kutelepon supaya dia menuju ke Dinkes. Ternyata dia sedang di kantor, tapi dia meyakinkan aku kalau dia bisa keluar kantor sebentar. Sementara istriku sudah pulang bareng teman-temannya. Dan akhirnya aku bertemu dengannya.. setelah ngobrol ngalor-ngidul menanyakkan segala sesuatunya, aku pulang ke hotel diantar dia. Malam hari aku lewati masih seperti sebelumnya.. tetap panas dan gerah.. namun malam ini aku sepertinya agak merasa tidak enak badan. Aku merasa agak mual, sepertinya tubuhku agak kurang cepat beradaptasi dengan cuaca disini. Aku harus tidur, supaya besok tidak sakit, dan zzz..zzz.zz.zz.. tertidurlah aku..

2nd days

Kita berangkat lagi ke Dinkes untuk mengurusi keberangkatan termasuk surat-surat perjalan dinas ke Kabupaten, dan tentu saja uang transport. He3.. Sampai di dinkes, kami masih harus menunggu esok hari, karena surat belum jadi. Itu berarti kami harus lebih lama lagi di kota Kupang ini. Saat ini kami sudah mulai berkelompok berdasarkan kabupaten tujuan. Khusus untuk Kab. Manggarai Barat terdiri dari 8 orang, yang terdiri dari 6 orang dokter umum, dan 2 orang dokter gigi. Siang hari kita mencari makan, dan kitapun mengincar makanan khas kota Kupang ini. Kata orang-orang sekitar ada makanan yang di beri judil “Se’i”. Se’i adalah daging yang dimasak dengan cara diasapkan. Jadi se’i adalah daging asap. He3. Sebenarnya istilah se’i ini digunakan untuk daging babi yang di asap. Karena dulu mayoritas warga Kupang adalah Nasrani maka se’i-nya adalah se’i babi. Namun dengan perkembangan kondisi, maka semakin banyak warga luar yang berdatangan ke NTT. Dan tentu saja tidak semua beragama Nasrani. Karena pada kenyataannya sekarang, banyak warga yang beragam Islam berdomisili di NTT ini. Namun, puji Tuhan sampai saat ini mereka masih hidup berdampingan dengan damai. Semoga selalu dan selalu seperti itu. Amin. Karena keadaan inilah maka, lahirlah makanan se’i yang terbuat dari daging sapi sehingga disebut se’i sapi. Sampai saat ini setahu saya baru ada dua macam se’i ini. Yaitu se’i babi dan se’i sapi. Silahkan pilih menurut selera dan kepercayaan masing-masing. Se’i ini setelah diasapkan, disajikan dengan lalapan yang terdiri dari bunga pohon pepaya, dan kangkung yang sudah direbus dahulu, sementara beberapa warung makan se’i juga menyediakan daun pepaya juga. Dan meskipun judulnya bunga dan daun pepaya, namun tidak terasa pahit. Entah bagaimana mereka mengolahnya. Kalo di Jawa kan ada yang merendam dengan tanah liat, dengan garam, di rebus lebih lama, dsb. Salah saya dan teman-teman karena tidak bertanya. He3. Oh iya, ngomong-ngomong masalah bunga pepaya, konon dengan rajin memakan daun pepaya, kita bisa terhindar dari malaria.. entah darimana asalnya dan bagaimana patofisiologinya, tapi begitulah kepercayaan orang yang ada disini. Aku sendiri baru pernah mendengarnya dan belum sempat searching di internet. Kebetulan disini daerah endemis malaria. Lanjut lagi masalah se’i tadi ya.. Dengan lalapan tersebut, disajikan pula sambal uleg yang berwarna orange kekuningan. Sepertinya menggunakan cabe rawit tapi yang belum matang benar dari pohon. Kebetulan aku adalah penggemar makanan pedas, jadi cukup tahu mana lombok rawit, lombok ijo, lombok merah, dan bagaimana rasa mereka. Kemudian aku mencoba mengambil sambal tersebut dengan lalapannya. Hem.. sepertinya belum terasa pedas. Hanya ada rasa asin. Kemudian setelah colekan sambal kedua, bibir dan lidahku sudah mulai merasakan panas.. makin lama makin panas… buseeeet… ini sambel nendang banget ternyata.. ini niiihh baru sambeeel.. gak bohong deh pedesnya minta ampun.. mantab pisan.. Ketika aku merasakan pedas… dunia terasa inidah sekali.. wuih.. mungkin kalo orang nge-drugs, aku cukup dengan sambal saja.. benar saja, aku sampi nangis karena kepedesan.. he3.. tapi bagiku kalo sambel belum membuatku nangis, namanya belum sambel.. uuueeenaaaakk tenaaann… pokoknya kalo kalian ke Kupang kalian harus merasakan yang namanya se’i ini.. soalnya ini cuma ada di Kupang.. dan tidak di bagian NTT manapun. Pokoknya rugi deh kalau kalian sudah pergi sejauh ini ke Kupang dan nggak makan. Aku salah karena sudah pesan es jeruk, es jeruk tidak mengurangi pedas di mulut. Akupun memesan teh hangat supaya bibirku ini tidak terasa dower karena kepedesan.

Kemudian aku pulang bareng sama temen-temen naik bemo ke arah yang berlawanan dengan kami berangkat, kebetulan bemonya penuh, jadi aku dan dua temanku bergelantungan di pintu.. huhuhu.. jadi inget waktu jaman aku SMP. Di desan nun jauh disana, aku dulu juga kalau berangkat dan pulang sekolah sering bergelantungan di pintu, bahkan malah memilih tempat di atas angkot yang di beri palang-palang besi dengan maksud untuk tempat barang, namun malah oleh aku dan anak-anak sebayaku waktu itu digunakan untuk tempat duduk. Rasanya enak diterpa angin jadi tidak kepanasan di dalam angkot. Yah, kita waktu itu belum berpikir betapa berbahayanya duduk diatas angkot seperti itu dengan kecepatan yang tidak bisa dikatakan pelan atau sedang-sedang saja. Karena supir angkot juga berusaha menambah kecepatan untuk segera sampai di terminal selanjutnya untuk kembali mengangkut penumpang yang lain.

Sampai di hotel, menunggu sore sambil tidur siang. Kemudian waktu berlalu dan sore hingga malam itu aku lakukan dengan kegiatan yang seperti biasanya.

3rd days

Kami kembali ke Dinkes untuk mengambil surat-surat yang dijanjikan sudah jadi hari ini. Dan sampai di Dinkes, surat memang sudah jadi. Kita tinggal menunggu berangkat ke Kabupaten masing-masing. Hari itu kita juga menunggu cukup lama karena menunggu uang transport yang hendak dicairkan di Bank. Kami yang bertujuan ke Manggarai Barat mulai memikirkan transport menuju kesana. Karena ternyata pihak dinkes tidak mengurusi keberangkatan kami. Kami hanya diberi uang transport, dan selebihnya itu menjadi tanggungan masing-masing untuk berangkat kapan dan naik apa. Ini berbeda dengan waktu kita berangkat dari Jawa ke NTT, waktu itu perjalanan kita diurusi sepenuhnya sampai tiba di provinsi tujuan. Kita mulai menyusun rencana untuk pemberangkatan. Pada dasarnya ada 2 jalur untuk menuju kabupaten tujuan kami, yaitu lewat jalur laut, atau udara. Kebetulan Kupang terletak di ujung barat pulau timor, sementara Kab Manggarai Barat, terletak di ujung barat pulau Flores. Jika memilih jalur laut, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibanding dengan pesawat. Hanya saja waktu yang ditempuh lumayan lama. Sekitar 10 jam atau mungkin lebih. Selain itu resiko yang akan dialami adalah tenggelam di tengah laut dengan kedalaman yang mengerikan (hihihihi…). Karena laut yang dilewati dari Kupang ke Manggarai Barat cukup luas, semantara menurut beberapa orang akhir-akhir ini cuaca sedang tidak baik sehingga ombaknya terlalu mengandung resiko untuk dilawan. Sementara apabila memakai jalur udara, kita sampai di Manggarai barat sekitar 1-1½ jam. Dengan resiko jatuh dari ketinggian yang juga mengerikan (hihihih… lagiii..???). Tapi, dalam hal ini banyak yang mengatakan resiko naik kapal lebih tinggi dibanding dengan menggunakan pesawat. Akhirnya kami memutuskan menuju “kota” tujuan menggunakan jalur udara. Malam hari kami makan di KFC mall Flobamora Kupang, sambil memikirkan hari keberangkatan. Kebetulan anggota kami ada yang asli Manggarai Barat, jadi setidaknya ada guide yang bisa memberi kami bayangan untuk masalah pemberangkatan ini. Kami kumpul di KFC sekitar jam 19.00 waktu setempat. Dan ternyata sampai 2 jam selanjutnya kami masih berkutat dalam pemberangkatan ini. Karena sudah dua minggu ini tidak ada pesawat yang terbang dari Kupang ke Labuan Bajo. Labuan Bajo adalah nama ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Hal ini dikarenakan karena pesawat yang biasa terbang kesana saat ini sedang mengalami perbaikan. Meskipun tidak semua sedang diperbaiki, setidaknya informasi terbaru ada 2 pesawat yang sedang trouble, namun keberangkatan ke Labuan Bajo tetap tidak ada. Pesawat yang lain lebih memilih route perjalanan ke Kabupaten terdekat yang lain seperti Ende, Bajawa, dan Ruteng. Itupun jadwalnya belum jelas, bisa saja setiap saat keberangkatan di cancel, atau diundur sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Sampai kita pulang kembali ke hotelpun, masih belum ada kata kejelasan untuk keberangkatan. Huf3.. inilah NTT. Orang bilang NTT, Nasib Tak Tentu..he3..

Pagi hari kita ke Dinkes untuk kembali bertemu membahas masalah keberangkatan, setelah menghubungi biro-biro travel ,akhirnya ada juga pesawat yang menuju ke Pulau Flores, itupun bukan ke Labuan Bajo, tapi ke Bajawa. Itu adalah pesawat yang tujuannya paling dekat dengan Manggarai Barat dan berangkat paling cepat harinya, itupun berangkat hari selasa. Artinya aku masih 3 hari lagi lontang-lantung di kota Kupang ini.. aku dan teman-teman mulai membayangkan betapa tipisnya kantongku nanti saat keluar dari Kupang ini.he3. Secara, apa-apa disini malah pisan. Mau makan nasgor paling murah aja Rp 15.000.hiks3.. terlebih lagi saat ini terdengar kabar bahwa kami dibiayai untuk menginap di hotel sampai hari ketiga. Itu berarti, besok kami harus check out dari hotel, atau membayar hotel sendiri. Beruntung ada teman seperjuangan yang temannya lagi, kenal baik dengan kepala BKKBN Kupang, sehingga kami boleh menginap gratis di mess BKKBN sampai kami berangkat. Jadilah kami ber-delapan anggota brigade angkatan PTT Manggarai Barat menginap disana. Sampai akhirnya kami berangkat pada hari Selasa menuju Bajawa, dari bandara Eltari Kupang. Kita naik pesawat fokker berkapasitas penumpang hingga 40 orang, dengan bagasi maksimal 10 kg. Selebihnya membayar 22rb/kg. Pesawat fokker ini menggunakan baling-baling di kedua sayapnya untuk membantu terbang. Dan saat take off terasa sekali getaran pada tubuh pesawat.. benar-benar pengalaman yang menegangkan. Tampak pulau Timor dari pesawat terbang. Pualu yang insah, namun harus kutinggalkan karena aku harus menuju Flores. Sampai pada titik ketinggian yang ditentukan. Pesawat dari arah keatas, berubah menjadi mendatar. Nah, saat perubahan posisi inilah terasa seolah-olah terasa kita jatuh. Sehingga teman-teman yang lainpun berteriak karena takut. Jadi mirip wahana Dunia Fantasi saja. Karena banyak rekan sejawat yang menuju Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat yang ikut bersama. He3. Aku sendiri tidak bisa tidur, karena tidak ingin melewatkan kesempatan bagus ini. Melihat pulau Flores dari atas. Sementara taman yang lain ada yang mengobrol, dana beberapa tertidur karena kecapaian. Sekitar hampir setengah jam kemudian, tampaklah sesuatu berwarna hitam, semu hijau dan biru di langit bagian bawah, dengan bentuk tak beraturan dan memanjang. Sepertinya ini itu daratan. Dan benar saja, sekira limabelas menit kemudian, tampaklah suatu pemandangan yang sangat indah. Pulau Flores ini sangatlah berbeda dari pulau-pulau yang pernah aku lihat sebelumnya. He3, karena aku memang baru pernah melihat P Jawa, P Bali, dan P Timor. Hehehehe… Dari jendela di pintu pesawat, Flores adalah pulau yang sangat indah, banyak sekali gunung di sini. Seolah-olah nampak seperti ditonjok-tonjok dari bawah sampai keluar ke atas. Sangat sedikit ada dataran rendah yang lebar dan luas.

Aduuhh.. capek.. to be continue..hihihihi… maap yaks..

PTT di NTT…. what a wonderfull island..

Posted in NTT on April 11, 2009 by mcvandee

PERHATIAN!!!!

Bagi pembaca blog ini agar tidak memasukkan semua tulisan-tulisan ini ke dalam hati, terutama untuk para orang-orang hebat baik yang di NTT maupun tidak di NTT, api aseli NTT (mbingungi thow..)

Karena sangat mungkin anda akan menemukan kata-kata yang kurang enak di hati, mohon maaf karena itu semua hanya karena tuntutan skenario supaya lebih menarik, aktual, tajam, terpercaya, dan apa adanya.he3.. terimakasih

BASED ON THE TRUE STORY…..

Sebenarnya sudah sejak menempelkan ujung sepatu yang berisi kakiku di NTT ini aku pengin ngisi blog kacau ini. Rasa-rasanya sudah mau membludak saja.. Tapi aku baru sempet ngetik dan tentu saja nge-net sekarang.he3

Terlalu banyak cerita yang menarik, indah, takjub, menyenangkan, medhegeli (purwokerto mode:on) à alias ngebete-in, wes pokoknen penuh keajaiban.. meskipun mungkin disini bahasaku kacau karena sedikit sudah mulai tersihir dengan bahasa dan logat disini, seperti orang NTT yang pada umumnya dengan bahasa Indonesia yang seringkali tanpa EYD (btw EYD itu ejaan yang dibakukan apa yaks,ampe lupa.hi3), tapi akan kucoba satu-satu tak ceritaken yo.. ben kalian podo puas…. puas bisa merasakan penderitaanku.. dan tertawa-tawa sambil tongkrong di kursi didepan laptop/komputer sambil mainan internet.. sementara diriku yang ganteng namun malang disini berjuang dengan semangat yang tinggi (wkwkwkw.. gayanee..) untuk tetap hidup…hiks3… tp wes ben gak papa, biarlah menjadi berkat buatku…bruakaka.. sori gemagusan..

Yuk dumulai yuuuk… yuuuk mari…

Setelah mengisi form PTT Depkes pusat, dengan pilihan pertama Manggarai Barat NTT (ST=Sangat Terpencil), pilihan kedua Sanggau Kalbar (Terpencil), dan pilihan ketiga yang adalah bukan suatu pilihan karena ditulis “bersedia ditempatkan dimana saja”, maka mendaftarlah saya dengan penuh rasa was-was, kasak-kusuk, dan, cek dan ricek..

Dan well, Puji Tuhan saya diterima.. dan ternyata pilihan pertamalah yang dijatuhkan kepada saya.. huf..huf..huf.. adudududhhh macam mana pula ini tempat.. aku belum pernah punya bayangan kayak apa.. kuberanikan diri untuk berangkat bersama istriku*… wes gak popo mangkat aelah..

*NB: ma hunny bunny yg juga ikut PTT bareng aku juga seorang dokter umum, dulu satu letting bareng sama diriku. Sekarang PTT sama-sama diterima di Manggarai Barat NTT. Nah bagi kalian yang bengong kayak sapi ompong sambil garuk-garuk kepala dan berpikir “kok bisa suami-isteri bareng PTT-nya?”, maka perlu diketahui bahwa pada isian form pendaftaran PTT tertera bahwa bagi isteri yang suaminya juga mendaftar PTT dapat mengisi form untuk ditempatkan di daerah yang sama.

Setelah laporan ke Dinkes Provinsi Semarang, karena aku berangkat dari Jawa Tengah dan diberi uang yang diperkirakan cukup untuk survival sebelum benar-benar berada di puskesmas tujuan, maka saya berangkat menggunakan pesawat yang sudah di booking-kan oleh Depkes dan Dinkes. Kebetulan yang berangkat ke NTT dari Jateng ada 3 orang termasuk aku dan istriku, artinya ada satu orang lagi yang juga diterima di NTT. Seorang cewek dari Solo lho.. whehehe… (nek njrnrngan baca tulisan semrawut iki.. piss ya.. dr. Yennie)

Rencana keberangkatan naik Lion Air berangkat dari Semarang ± pukul 11.40 WIB transit Jakarta arrival ± 12.40 WIB dan departure ± 16.30 WIB, baru kemudian ke Kupang perjalanan ± 3-4 jam jadi perkiraan sampai ± 19.30-20.30 WIB/20.30-21.30 WITA. Kita berangkat cuman bertiga, gak ada dari Dinkes yang mengantar ke NTT. Sebenarnya ada petugas Dinkes prop yang mengantar dokter PTT ke tempat tujuan, tapi kali keberangkatan hanya ada satu daerah saja yang beruntung (kebetulan untuk kali ini Kalsel) dan tentu saja bagi daerah lain “anda belum beruntung”, dan akhirnya jadilah kita di jor-klowor (dibiarkan sendiri)

Sebenarnya ada dokter yang ngeyel untuk berangkat lewat Surabaya dengan perhitungan kalo lewat Semarang-Surabaya-Kupang, jauh lebih dekat dibanding Semarang-Jakarta-Kupang. Namun alibi itu ditolak mentah-mentah dengan alasan kalo lewat surabaya, susah untuk menyamakan jadwal untuk bisa langsung ke Kupang.. well, benar atau tidak itu urusan mereka dengan Yang Diatas.. yang jelas aku sih gak popo seng penting nyampe aja ke Kupang..

Akhirnya kita berangkat deh ke Jakarta.. dengan waktu yang sangat on-time (beneran lho). Sampai di Jakarta persis dengan waktu yang direncanakan. Namun aku bingung karena aku ini ndeso, baru sekali ini menginjakkan kaki di bandara Soekarno-Hatta. Beruntung dr Yennie tidak ndeso kayak diriku, sehingga ketika kita mulai merasakan gejolak cacing-cacing di perut yang kelaparan, tidak begitu susah nyari makan (tentu saja karena nyari yang kenyang tapi murah, jadi kita keluar pintu boarding pass sambil menenteng tas-tas yang bentuknya hampir sama kayak lemari karena saking gede-nya.. maklum, kan baru ini keluar jawa (bali tidak termasuk lho), dan tinggal disana untuk waktu yang cukup lama, setidaknya bagi saya.

Rencana keberangkatan pukul 16.35 WIB, namun ketika jarum pendek jam sudah menunjuk ke angka lima dan yang lain hampir ke angka sepuluh, belum juga muncul tanda-tanda keberangkatan.. dan akhirnya terdengarlah suara lembut embak-embak dari corong yang dipasang di ruang tunggu. Dengan sopan berkata bahwa keberangkatan ditunda antara 30-60 menit karena terjadi keterlambatan dari Semarang. Yach.. delay deh.. Yang aku bingung, kok bisa telat dari Semarang?kan itu berarti pesawatnya datang dari Semarang. Lalu kenapa aku harus berangkat awal gasik banget kalo ternyata sekarang pesawatnya datang dari Semarang..aiihh… sudah mulai bete dan berpikir yang tidak baik deh aku.

Kemudian pesawat akhirnya datang dan berangkat hampir jam 6 sore.. naik Lion lagi.. dapet pesawat yang sama waktu berangkat dari Semarangàekonomi. Dilihat dari tempat duduknya yang sudah mulai tidak nyaman untuk diduduki.. but its no problem. Yang jadi masalah adalah ketika tahu bahwa ternyata dari Jakarta,kita transit dulu di Surabaya.. ampunnn… saya pikir langsung ke Kupang, dan payahnya kita mesti turun karena mau ganti pesawat.. buset.. mesti jadi kuli lagi nih… dipikir gak berat apa bawa tas gede2 kayak gini.. okelah.. terserah deh.. pokoknya aku berusaha pikir positip ajah..

Waktu transit di Surabaya sangat singkat karena ternyata pesawat yang henda menuju Kupang sudah dengan gagahnya menunggu kita. Begitu masuk pintu pesawat, terjadi hal yang diluar dugaan, ternyata kita dapet pesawat yang baru, tipe yang baru keluar sekitar 2 bulan yang lalu, dan kalo tidak salah, pesawatnya baru ada 2 buah untuk wilayah Indonesia untuk maskapai ini. Begitu masuk pesawat kita dijamu dengan musik jazz yang mengalun indah.. di pesawat lho.. full musik.he3.. tapi musiknya diputer cuman waktu mau berangkat sama pas udah nyampe aja.. waktu terbang, aku harus memasang headphone dan menyetel HP murahan namun aku sayangi punyaku yang dilengkapi dengan mp3 player. Btw, sekarang tempat duduknya nyaman.. dan akupun tertidur nyuekin pramugari cantik yang menawarkan jajanan ke penumpangnya.. sambil menikmati kursi yang masih empuk..

Sampai di Kupang aku lupa jam berapa mungkin sekitar jam 22.00 WITA/21.00 WIB. Pokoknya udah malem aja. Ketika si mbak pramugari yang cakep memberitahu bahwa dalam beberapa menit nyampe Kupang, aku langsung bangun dari tidurku dan coba tengak-tengok kanan kiri lewat jendela ternyata masih gelap gulita.. pikirku apa masih diatas laut atau Kupang memang sangat sepi?Ternyata selang beberapa detik mulai nampak kilauan cahaya lampu yang nampak Indah kalo dilihat dari atas.. ya Tuhan.. akhirnya sampai juga aku..di NTT. Memang jauh sih dalam hal banyaknya lampu kalo dibanding Jawa, tapi setidaknya menunjukkan jumlahnya cukup menunjukkan kalo di Kupang ini terjadi aktifitas orang yang cukup tinggi (ibukota propinsi geto loh)..

Pesawat-pun landing dengan sempurna, menunjukkan kalo sang pilot sudah punya jam terbang yang tinggi (meskipun waktu terdengar ngomong lewat pengeras suara, sepertinya masih muda), dan juga semangat menerbangkan pesawat ini karena ditemani oleh mbak-mbak pramugari yang cuakep-cuakep-cukep, jojing-jojing-jojing, mau-mau-mau.. hayah… mbak-mbak pramugariiii.. lagi… maap ya ma hun… biasaaa becanda… pokoknya aku tetap setia sama kamu kan… hihihihi..

Begitu turun di Kupang kita bertiga bingung.. bener-bener bingung udah malem gini trus kita ga tahu mesti kemana, ngapin, dimana.. wes pokoke mbuh gak ngerti.. Oh, ya perlu diketahui bahwa waktu di Jakarta, kita sudah nelpon ke petugas Dinkes prov NTT yang ditugasi mengurusi dokter-dokter PTT di NTT. Kita bilang bahwa kita mau berangkat ke NTT sampai disana mungkin malem sesuai waktu yang direncanakan. Ketika ditanya kita nanti bagaimana di NTT, apakah dijemput atau tidak, terus kalau tidak dijemput kita menginap dimana, beliau menjawab dengan penuh semangat bahwa kita tidak dijemput karena kita datang secara terpisah dari masing-masing daerah jadi tidak mungkin untuk menjemput satu-satu. Untuk masalah menginap, biasanya di Hotel Charvita, tapi katanya penuh jadi kita suruh nyari lagi sendiri..terimakasih… Buseeeeet…. kita kan baru pertama kali di Kupang… eh kita dilepas begitu saja…ampun deh, dah ah tauk.. mo bagaimanapun kita udah sampe di Kupang, apa iya mesti balik lagi.. tanggung jalan deh…

Kita pas keluar dari pintu boarding pass ada dua laki-laki yang menanyakan apakah kita dokter PTT, dan kami menjawab penuh semangat…”ya”.. dengan harapan mereka membantu kami yang lontang-lantung kayak gini.. dan Tuhan ternyata mendengarkan doaku.. dua manusia gagah tersebut ternyata memang di bandara untuk menjemput dokter-dokter PTT yang baru datang… yang satu dokter AKP Kupang masuk FK angk ‘01 artinya umurnya sama denganku, dia sebentar lagi udah mau selese PTT, dan yang satu lagi adalah orang Depkes Pusat yang memang asli orang NTT yang tiap kali ada PTT selalu diberi tugas untuk meluncur pulang ke daerahnya, membantu orang-orang seperti kami ini.

Di parkiran mobil sudah nangkring sebuah mobil ambulans milik AKP Kupang untuk menjemput kami, dan kemudian menungu sebentar karena ada pesawat lain yang ternyata juga mengangkut dokter-dokter PTT lain yang ternyata berasal dari Bandung. Semuanya perempuan, neng geulis euy.. Nah justru karena mereka adalah wanita, sudah bisa ditebak kalau mereka mambawa mungkin hampir seluruh isi kamar rumahnya ke dalam koper mereka… Dan alhasil, mobil ambulans hanya cukup untuk membawa tas-tas saja, sementara manusia-nya disewakan taksi. Berhubung aku laki-laki sendiri yang sekarang bareng mereka, jadi aku juga harus mengeluarkan keringat untuk memasukkan koper-koper kedalam mobil.. huf3… gilaaa… baru sampe Kupang,kecapekan, mesti jadi kuli angkut pula.. untuuung aku pernah fitness… wkwkwkwkw…

Segera kita meluncur ke hotel.. nampak plang nama bertuliskan “Hotel and Restaurant Charvita”. Nampak bagus dari luar karena dalam keadaan gelap, nampak lampu yang gemerlap. Perlu diketahui, bahwa ini adalah hotel bintang dua. Begitu masuk ruag tamu, nampak sofa dan kursi-kursi yang sedang diduduki oleh beberapa orang yang sedang menonton bola di tv LCD merk LG yang besarnya mungkin hampir 40 inch atau mungkin lebih. Saya pikir wah hebat juga untuk kota seperti Kupang ini.. dan benar saja ternyata hotel ini terdiri dari tiga tingkat. Sayang sekali tidak ada lift-nya. Jadi dengan sangat terpaksa harus sekali lagi jadi kuli angkut ke atas. Beruntung karena sudah ada banyak rekan-rekan PTT laki-laki yang sudah menunggu dengan siaga dan sigap untuk segera membantu kami. Mereka sudah sampai terlebih dahulu siang harinya, kami yang paling terakhir. Namun juga kurang beruntung, karena kami yang datang terakhir mau tidak mau harus tidur di lantai yang paling atas. Karena dua lantai sudah terisi oleh rekan-rekan yang terlebih dahulu datang.

Disambung besok ya… masih banyak cerita yang menariiiiik… sekali.. benar2 menarik..

Pengumuman PTT Drg/Dr April 2009

Posted in Uncategorized on Februari 9, 2009 by mcvandee

PENGUMUMAN

NOMOR: KP.01.02.1.2.0300

Sehubungan dengan rencana penerimaan dokter/dokter gigi PTT tahun 2009, dengan ini disampaikan:

1. Pengangkatan dokter/dokter gigi PTT tahun 2009 direncanakan TMT 01 April 2009, 1 Juni 2009 dan 1 September 2009.

2. Alokasi kebutuhari periode April 2009 akan ditayangkan melalui website www.ropes-depkes.or.id pada akhir bulan Februari 2009 dan pemberangkatan secara serentak pada awal April 2009.

3. Prosedur pendaftaran dan kelengkapan berkas:

a. Pendaftaran secara on-line melalui website www.ropeg-depkes.or.id

b. Berkas dikirim ke PO BOX 1003J KTM 12700 terdiri dari :

Print out hasil registrasi on-line

Asli Surat Keterangan Sehat terbaru dari dokter Pemerintah (Puskesmas/RS Pemerintah)

Foto copy ljazah Profesi dokter yang telah dilegalisir asli

Foto copy STR yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (BUKAN LEGALISIR ASLI)

Surat Pernyataan (download dari www.ropeg-depkes.or.id) terdiri dari :

ü Tidak terikat kontrak dengan instansi lain

ü Bersedia betugas untuk waktu yang telah ditentukan

ü Tidak mengambil cuti selama penugasan

(dibuat 2 (dua) lembar, I (satu) lembar bermaterai dan 1 (satu) lembar copy)

Foto copy KTP/domisili yang disyahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang (legalisir asli RT/RW LurahCamat)

Foto copy surat nikah (bagi suami/istri yang sama-sama mendaftar)

Saraf Otonom

Posted in Uncategorized on Februari 6, 2009 by mcvandee

Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf somatik yang mengendalikan organ dibawah kontrol volunter (terutama otot) dan sistem saraf autonom yang mengatur fungsi organ individual dan homeostasis, dan sebagian besar bukan merupakan kerja volunter. (Sistem saraf autonom adalah bagian susunan saraf tepi yang mengurus semua proses badaniah yang involuntar dan homeostasis yang timbul secara reflektorik, seperti vasodilatasi-kontriksi, bronkhodilatasi-bronkhokontriksi, peristaltik, berkeringat, merinding, dan seterusnya, sehingga pasien dapat beradaptasi dengan lingkungannya

Meskipun disebut sebagai “autonom”, sistem saraf ini sendiri tidaklah sepenuhnya bersifat autonom. Artinya bahwa aksi sistem saraf ini dipengaruhi oleh korteks serebri yang akan memberikan pengarahan secara reflektorik

Sistem saraf autonom menguasai transmisi impuls sistem saraf eferen dari sistem saraf pusat ke sistem organ perifer. Pengaruhnya termasuk kontrol terhadap detak jantung dan forced contraction, konstriksi dan dilatasi pembuluh darah, kontraksi dan relaksasi otot polos pada berbagai organ, akomodasi penglihatan, ukuran pupil dan sekresi eksokrin dari kelenjar eksokrin dan endokrin. Saraf autonom merupakan seluruh serabut eferen yang meninggalkan SSP, kecuali yang menginervasi otot skelet. Ada beberpa serabut aferen autonom (misalnya yang mentransmisi informasi dari perifer ke SSP) yang memberikan sensasi visceral dan regulasi vasomotor dan refleks bernafas, sebagai contoh baroreseptor dan kemoreseptor pada sinus karotis dan arkus aorta yang sangat penting mengatur detak jantung, tekanan darah, dan aktifitas bernafas serabut aferen ini menuju SSP melalui saraf autonom utama seperti vagus, nervus splanknikus atau nervus pelvikus, meskipun serabut nyeri aferen yang berasal dari pembuluh darah dapat dihantarkan oleh saraf somatik.

Sistem saraf autonom terutama mencakup arkus refleks, termasuk cabang aferen autonom atau somatik. Singkatnya, serabut aferen menghantarkan rangsang dari reseptor nyeri, atau mekanoreseptor dan kemoreseptro pada jantung, paru, gastrointestinal, dan lain-lain.

Respon refleks dari serabut eferen autonom ini akan menyebabkan kontraksi dari otot polos pada beberapa organ (misalnya pembuluh darah, mata, paru-paru, kandung kemih, traktus gastrointestinal) dan mempengaruhi fungsi jantung dan kelenjar. Cabang eferen dari reflek ini juga dapat mempengaruhi sistem saraf somatik (seperti batuk dan muntah). Untuk refleks yang sederhana, refleks terjadi secara total pada organ yang bersangkutan, sementara refleks yang lebih kompleks diatur oleh pusat autonom yang lebih tinggi di SSP, terutama hipotalamus.

Sistem saraf autonom dibagi menjadi 2 divisi berdasarkan perbedaan anatomi dan fungsinya yaitu sistem parasimpatik dan simpatik. Kedua sistem ini terdiri dari serabut preganglion bermielin yang membentuk hubungan sinaptik dengan serabut postganglionik tak bermielin, dimana serabut ini akan mempersarafi organ efektor. Sinap inin biasanya terjadi pada tempat yang disebut ganglion. Sebagian besar organ dipersarafi oleh serabut dari kedua divisi sistem saraf autonom ini, dan mempunyai pengaruh yang saling berlawanan (contoh, vagus memperlambat detak jantung, sementara saraf simpatik meningkatkan detak dan kontraktilitasnya), meskipun ada beberapa yang serupa (contoh, kelenjar air liur)


Anatomi Susunan Saraf Autonom

Susunan saraf autonom dibagi dalam bagian pusat dan perifer. Bagian pusatnya mencakup susunan limbik, hiptoalamus, dan jaras-jarasnya yang menghubungi kolumna intermedio lateralis medulae spinalis. Bagian tepinya terdiri dari sepasang rantai neuron-neuron yang dikenal sebagai ganglion paravertebrale serta juluran aferen dan eferen mereka yang bersambung dengan neuron-neuron yang berada di organ torakal abdominal pelvik. Baik secara fisiologik maupun anatomik, sistem saraf autonom dibagi menjadi komponen simpatik dan parasimpatik. Pembagian ini didasarkan pada dua jenis neurotransmiter yang diproduksi oleh neuron-neuron saraf autonom. Kedua jenis neurotransmiter itu adalah asetilkolin dan norepinefrin.

A. Susunan Saraf Autonom Perifer

1. Sistem Saraf Parasimpatik.

Preganglionik parasimpatik sistem saraf timbul dari sel bodies dari inti motorik nervus kranialis III, VII, IX, X pada batang otak dan dari segmen korda spinalis sacral kedua, ketiga, dan keempat. Disebut juga sebagai jalur kranio-spinal/kranoisakral.

Serabut preganglionik berjalan hampir ke semua organ yang dipersarafi, dan sinap pada ganglia yang dekat atau berada pada organ tersebut, meningkatkan impuls ke serabut postganglionik yang mempersarafi jaringan yang sesuai. Sel ganglion dapat terorgansisir menjadi satu (mis. Pleksus mienterikus pada usus halus) atau dapat juga difus (mis. Vesica urinaria, pembuluh darah). Serabut preganglionik terbanyak pada nervus vagus. (sidarta neurol dasar)

Nervus kranialis III, VII, dan IX mempengaruhi pupil dan sekresi glandula salivarius, sementara nervus vagus (X) membawa serabut saraf ke jantung, paru, lambung, upper intestine dan ureter. Serabut sacral membentuk pleksus yang menginervasi colon distal, rektum, vesica urinaria, dan organ reproduksi.

Secara fisiologis, sistem parasimpatis lebih digunakan pada penyimpanan dan pemulihan energi, oleh karena itu, maka akan mengurangi frekuensi detak jantung dan tekanan darah, menghambat lancarnya penghantaran impuls melalui jaras atrioventikular, memfasilitasi digestif dan absorpsi nutrien, maka dari itu akan mengekskresikan produk buangan, menyempitkan diameter pupil, melebarkan pembuluh darah, menyempitkan lumen bronkioli, menggalakkan sekresi air liur dan air mata, menggalakkan peristaltik dan melonggarkan sfinkter saluran pencernaan, menggalakkan otot detrusor kandung kemih, dan sekresi insulin, sehingga menurunkan gula darah.

Transmiter kimia pada sinapsis pre dan postganglionik pada sistem parasimpatik adalah Asetilkolin (Ach). Ach juga merupakan neurotransmiter pada sinaps preganglionik simpatik, beberapa sinaps postganglionik simpatis, neuromuskular junction (sistem saraf somatik), dan beberapa tempat di SSP. Serabut saraf yang mengeluarkan asetilkolin dari end plate (ujung)-nya disebut sebagai serabut kolinergik. Sintesis Ach terjadi di sitoplasma ujung neuron kemudian disimpan di vesikel terminal presinaptik. Adanya aksi presinaptik menyebabkan influks ion kalsium dan menyebabkan pelepasan beberapa ratus vesikel ke celah sinaptik. Ach kemudian diikat oleh reseptor spesifik pada membran postsinaptik dan meningkatkan permeabilitas membran terhadap ion sodium, potasium, dan kalsium, yang kemudian akan eksitasi postsinaptik. Aksi dari Ach ini berakhir oleh enzim Acetyl Cholinesterase yang akan segera menghidrolisisnya.

Reseptor Ach spesifik telah dibagi secra farmakologis berdasarkan aksi terhadap alkaloid muskarinik dan nikotin. Aksi Ach pada sinaps preganglionik baik sistem parasimpatik maupun simpatik diperankan oleh nikotin, dan semua ganglion autonomik juga disebut nikotinik oleh karenanya. Transmisi nikotinik juga terjadi pada neuromuskular junction, pada SSP, medula adrenal, dan beberapa tempat pada postganglionik simpatis. Meskipun demikian, aksi Ach pada ujung saraf postganglionik parasimpatis diperankan oleh muskarinik. Transmisi muskarinik juga terjadi pada beberapa tempat tertentu di SSP.

2. Sistem Saraf Simpatik

Pembagian simpatik dan parasimpatik secara tegas hanya bisa dilakukan pada saraf autonom perifer. Pada bagian pusat, kelompok neuron kolinergik dan adrenergik saling bergabung dan sulit untuk dibedakan satu dengan yang lainnya.

Badan neuron yang menjulurkan serabut preganglionar simpatetik terletak di semua segmen torakal ,dan lumbal 1 dan 2. neuron-neuron tersebut menduduki kornu laterale substansia grisea medula spinalis, dan dikenal sebagai kolumna intermediolateralis. Serabut-serabut preganglionar meninggalkan medula spinalis bersama-sama dengan radiks ventralis setinggi foramen intervertebrale menggabungkan diri dengan radiks dorsalis untuk menyusun saraf spinal. Pada tempat itu juga, mereka meninggalkan saraf spinal sebagai rami komunikantes alba dan menuju trunkus simpatikus. Trunkus ini tersusun oleh sepasang rantai di kedua belah sisi tulang belakang. Dan rantai itu terdiri dari ganglion-ganglion yang bersambung satu dengan yang lain melalui juluran-juluran mereka. Pada umumnya ditemukan 3 pasang ganglion di daerah servikal, 12 pasang di daerah torakal, 5 pasang di daerah lumbal, 2 pasang di daerah sakral dan satu ganglion tunggal di garis tengah os koksigis. Serabut-serabut preganglionar tidak semuanya berakhir pada ganglion yang setingkat, banyak juga yang berakhir di ganglion yang terletak beberapa segmen lebih atas atau lebih bawah. Sebagian lagi melewati saja ganglion trunkus simpatikus untuk meneruskan perjalanannya ke ganglion-ganglion yang terletak di organ dalam.

Ganglion yang terletak di kedua sisi tulang belakang disebut ganglion paavertebrale, dan ganglion yang terletak dekat dengan organ dalam disebut ganglion prevertebrale. Kedua ganglion tersebut menjulurkan serabut yang disebut sebagai postganglioner. Berbeda dengan serabut preganglioner yang memiliki selubung mielin, serabut postganglioner ini tidak bermielin.

Aktifitas simpatetik akan melebarkan diameter pupil, melebarkan fisura palpebralis, meningkatkan denyut jantung, memperlancar penyaluran impuls melalui jaras atrioventrikuler, penyempitan lumen (kontriksi) hampir semua pembuluh darah, terutama yang menuju ke kulit dan viscera abdominal, tetapi melebarkan lumen (dilatasi) arteri koronaria, menghambat peristaltik saluran pencernaan, mengeratkan sfinkter saluran pencernaan, menghambat otot detrusor kandung kemih, membangunkan bulu kulit, menggalakkan sekresi keringat dan adrenalin (epinefrin) dan meningkatkan gula darah dengan jalan glikogenolisis hepar.

B. Susunan saraf autonom pusat.

Bagian pusat susunan saraf autonom terdiri dari korteks limbik, hipotalamus, dan hipofisis. Dimana yang berperan sebagai pusat (sentral) adalah hipotalamus. Sebagai pusat reseptif, hipotalamus menerima impuls-impuls dari koreks limbik yang mengelilingi korpus kalosum. Sebagai pusat efektor, hipotalamus membagi-bagikan aktifitasnya ke susunan saraf perifer, dan mengelola fungsi hipofisis, baik pars anterior (adenohipofisis) maupun pars posterior (neurohipofisis). Hipotalamus juga dapat dianggap sebagai:

1. pusat penerima impuls viscero-autonom dari susunan saraf perifer dan juga impuls psiko-vegetatif autonom dari korteks serebri berikut sistem limbik,

2. pusat yang mengatur dan membagi-bagikan aktifitas vegetatifnya kepada susunan saraf perifer, dan

3. pusat yang mengatur kegiatan neuro- dan adenohipofisis.

Gangguan sistem saraf autonom

1. Gangguan sistem saraf autonom perifer

    1. Gangguan fungsi vegetatif

Kandung kemih dan uretra, kedua-duanya memiliki persarafan simpatik dan parasimpatik. Ganglion-ganglion kedua komponen susunan autonom itu terletak di dekat bangunan yang dipersarafinya. Serabut-serabut postganglionar kedua komponen saraf autonom itu tiba di target organ melalui pembuluh darah. Peran simpatetik bersifat inhibisi terhadap pengaruh eksitasi dari komponen parasimpatik. Yang aktif dalam kontraksi otot detrusor kandung kemih ialah komonen parasimpatetik. Pusat parasimpatetik pada S.3 dan S.4 adalah yang paling penting dalam penggalakkan otot detrusor kandung kemih.

Miksi, merupakan suatu refleks yang memiliki lengkung refleks supraspinal dan segmental intraspinal. Penuhnya kandung kemih terasa karena lintasan ascenden menyalurkan impuls yang dicetuskan oleh ujung-ujung serabut aferen perifer akibat teregangnya otot detrusor. Tibanya impuls tersebut di korteks serebri menghasilkan kesadaran akan penuhnya kandung kemih. Terputusnya lintasan tersebut, akan menghilangkan perasaan ingin kencing, yang sewajarnya timbul jika kandung kemih penuh. Oleh karena hal tersebut, maka “inkontinensia melimpah keluar” (overflow incontinence).

Pada para penderita dengan lesi di medula spinalis di atas konus medularis yang sudah menahun, kandung kemih dapat dikosongkan dengan jalan perangsangan terhadap daerah di sekitar os pubis dan lipatan inguinal. Adakalanya miksi terjadi saat kedua tungkai bergerak secara involuntar. Hal ini sering juga disebut “kandung kemih otomatik”. Pengosongan secara reflektorik ini muncul, karena lengkung refleks yang berada di konus medularisnya masih utuh. Lain halnya dengan lesi pada konus medularis. Refleks miksi spinal sudah tidak mungkin dilaksanakan. Oleh karena itu, pengosongan harus dilakukan dengan penekanan suprapubik secara terus-menerus sampai urin yang berada di kandung kemih keluar semua. Oleh karena lengkung refleks terputus oleh lesi konus medularis atau S.3 dan S.4, maka tonus kandung kemih akan hilang sehingga keadaan ini disebut sebagai “kandung kemih atonik”. Keadaan ini akan menyebabkan masih terdapatnya residu-residu urin yang cukup banyak setelah pengosongan dengan penekanan suprapubik. Lama-kelamaan, sfingter akan menjadi lebar, dan pada akhirnya terjadi inkontinensia.

Baik kandung kemih otomatik maupun kandung kemih atonik merupakan kelanjutan dari gejala berupa penimbunan urin di vesica urinaria yang sering disebut sebagai retensio urin. Saraf parasimpatis menggiatkan otot detrusor, akan tetapi juga sekaligus melemaskan otot sfingter internus. Sementara sfingter eksternus sendiri dikendalikan oleh otot motorik somatik nervus pudendus S.1 dan S.2. Lesi pada nervus ini akan menyebabkan inkontinensia. Hal ini sering terjadi pada post partum dimana otot sfingter eksternus dan nervus pudendus mengalami jejas.

    1. Eneuresis

Eneuresis adalah suatu keadaan dimana terjadi pengeluaran air kencing secara involunter pada saat tidur setelah berumur 5 tahun. Eneuresis ini umumnya terjadi pada malam hari (disebut eneuresis nokturnal). Namun dapat pula terjadi pada siang hari (eneuresis diurnal).

Kesadaran akan penuhnya kandung kemih berkembang antara usia 1 sampai 2 tahun. Pada usia 3 tahun seorang anak sudah bisa menahan air kencing kalau kandung kemihnya sudah penuh.pengelolaan secara sadar pada siang hari sudah dapat dilaksanakan menjelang usia 3 sampai 4 tahun. Namun pada malam hari adakalanya pengelolaan terlambat, sehingga terjadilah eneuresis tersebut.

Kebanyakan eneuresis adalah primer, yaitu suatu kebiasaan yang familial. Dengan alkaloid beladona dan imipramine (obat antidepresan golongan trisiklik) tonus otot sfingter menjadi lebih tinggi, sehingga ngompol dapat ditiadakan. Dari hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa pada eneuresis primer yang terjadi adalah rendahnya tonus otot sfingter sehingga urin yang tertimbun di kandung kemih dapat keluar dengan mudah.

Eneuresis bisa juga berasal dari kelainan struktural maupun patologik. Eneuresis yang demikian disebut sebagai eneuresis sekunder. Penyebabnya yang tersering adalah obstruksi dalam uretra, kapasitas kandung kemih yang kecil, uretrotigonitis, divertikulitis kandung kemih, dan stenosis uretra seperti pada hipospadia.

Perlu diketahui bahwa presentase kejadian eneuresis sekunder hanya berkisar 1% saja. Oleh karena itu, pemeriksaan-pemeriksaan akademis dan psikologis tidak usah dilakukan secara lengkap, supaya penderita tidak menjadi neurotik karena tindakan dokter.

    1. Gangguan vegetatif pada kulit.

Berbeda dengan aktifitas parasimpatik dalm mekanisme miksi dan defekasi, fungsi vegetatif kulit lebih dominan dikendalikan oleh aktifitas simpatik. Persarafan simpatik di kulit dapat terputus karena lesi perifer, atau pada ganglia paravertebralia, beserta serabut preganglionik simpatik. Terputusnya persarafan ini akan ditandai dengan:

    • kulit sudah tidak dapat merinding lagi jika dirangsang dengan benda dingin maupun goresan runcing. Karena sudah tidaka ada lagi efektor terhadap pilomotor
    • kulit berwarna merah atau terasa panas. Hal ini disebabkan karena kontraksi pembuluh darah
    • kulit tidak lagi berkeringat karena hilangnya kontrol terhadap glandula sudorifera.
    1. Fenomena Raynaud

Fenomena Raynaud terdiri dari beberapa gejala berupa ujung-ujung jari yang sianotik dan dingin. Sebagai tambahan, apabila gejala tersebut tidak diketahui penyebabnya, maka disebut sebagai penyakit Raynaud. Fenomena Raynaud digunakan untuk pasien dengan gejala seperti diatas akan tetapi sudah diketahui penyebabnya. Fenomena Raynaud biasanya dapat dijumpai pada arteritis primer, penyakit kolagen, setelah trauma, intoksikasi ergot, atau pada siringomelia, dan kompres pleksus brakhialis. Penyakit Raynaud lebih sering ditemukan pada wanita, dimana belum diketahui penyebabnya. Pemotongan serabut-serabut simpatetik mulai dari lengan dapat menhilangkan penyakit Raynaud.

Sebagian ahli berpendapat bahwa penyakit Raynaud terjadi karena adanya peningkatan epinefrin dan norepinefrin yang berlebihan di jaringan.

Sianosis dan dingin pada tangan disebabkan karena spasme pembuluh darah yang dapat dicetuskan oleh udara dingin dan emosi.

    1. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah keadaan berkeringat secara berlebihan. Hiperhidrosis dapat terjadi secara lokal maupun menyeluruh. Mekanismenya sampai sekarang belum dapat diketahui. timbulnya Pada orang dengan hemiparese sering terjadi hiperhidrosis pada daerah yang mengalami kelumpuhan. Pada orang-orang tertentu juga bisa terjadi hiperhidrosis hemifasialis jika mereka tengah makan. Manifestasi ini dianggap sebagai ketidakseimbangan antara simpatik dan parasimpatik.

    1. Migraine

Disfungsi autonomik pembuluh darah di kulit kepala mengakibatkan timbulnya nyeri kepala yang disebut migraine. Mekanismenya sampai sekarang belum jelas. Tetapi banyak fakta-fakta menunjukkan bahwa migrain didahului oleh vasokonstriksi arteri intrakranial, ditandai dengan skotoma dan pucat pada wajah. Gejala prodormal itu akan diikuti oleh timbulnya nyeri kepala sesisi dan merah pada wajah. Tidak lama kemudian dapat terjadi mual, muntah, edema selaput lendir hidung, jari tangan dan kaki. Hal ini disebabkan karena vaodilatasi arteri ekstrakranial.

Apa penyebab terjadinya vasoksonstriksi belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan merupakan faktor herediter dan familial.

    1. Akalasia dan otot sfingter aganglionik

Degenerasi pada ganglion mesenterik atau pada nukleus ambigus (n. vagus) bisa mengakibatkan gangguan peristaltik pada esofagus. Karena itu, pembukaan sfingter yang memisahkan antara lambung dan esofagus tidak dapat terbuka, sehingga makanan tetap berada di esofagus. Hilangnya peristaltik esofagus yang dinamakan akalasia, dapat dijumpai pada bayi maupun orang dewasa.

Pada penyakit Hirschprung, bagian usus yang menggembung memiliki sel ganglion. Tetapi pada distalnya terdapat usus yang tidak memiliki sel ganglion di dindingnya. Pada penyakit Hirschprung, biasanya otot sfingter internus rekti yang aganglionik.

    1. Gangguan pada Pupil

Dilatasi dan kontraksi pupil disebabkan oleh aktifitas simpatik dan parasimpatik. Pupil yang lebar (midriasis), yang tidak berespon terhadap penyinaran cahaya dan akomodasi, bisa disebabkan karena hiperaktifitas saraf simpatik, atau lebih sering karena lesi pada komponen parasimpatiknya. Kompresi pada nervus okulomotorius yang memiliki serabut parasimpatis menimbulkan midriasis yang tidak bersepon pada penyinaran cahaya dan akomodasi.dengan penetesan metacholine (2,5%) pada pupil yang normal tidak terdapat perubahan pupil. Akan tetapi bla dilakukan pada pupil yang midriasis karena kompresi nervus okulomotorius akan terjadi konstriksi (miosis). Dengan hal tersebut, maka bisa digunakan sebagai tes bahwa serabut parasimpatik yang bersamaan deng serabut simpatiknya tidak bekerja dengan baik.

Begitu juga sebaliknya, aktifitas miosis yang disebabkan karena lesi pada nervus simpatiknya, akan memberikan midriasis yang nyata dengan pemberian hematropin. Sementara miosis yang disebabkan oleh hiperaktifitas parasimpatik tidak memberikan perubahan yang nyata.

Gangguan sistem saraf autonom pusat

  1. Gangguan vegetatif
    1. regulasi suhu

Peran hipotalamus dalm pemeliharaan suhu tubuh adalah sebagai regulator shuh tubuh. Jika tubuh mengalami rangsangan perubahan suhu, maka hipotalamus akan segera melakukan aktifitas reflektorik melalui serentetan reaksi untuk mengatasi perubahan tersebut.

Pada penelitian didapatkan bahwa stimulasi bagian posterior hipotalamus akan menyebabkan denyut jantung yang lebih kencang, tekanan darah meningkat, dilatasi pupil, kulit merinding, dan inhibisi peristaltik usus, dan menurunkan tonus kandung kemih (simpatetik). Jika bagian posterior hipotalamus dibuang, timbul letargi dan hipersomnia. Aktivasi bagian anterior hipotalamus menyebabkan reaksi parasimpatetik, seperti reaksi terhadap kepanasan, denyut jantung menurun, peristaltik aktif, tonus kandung kemih meningkat. Sangat mungkin bagian posterior hipotalamus merupakan termostat terhadap suhu dingin, sementara bagian anteriornya adalah termostat terhadap suhu panas.

Gangguan lesi pada daerah tuber sinerium akan menyebabkna hiperpireksia. Gejala ini sering muncul pada perdarahan yang terjadi di hipotalamus

    1. regulasi minum dan makan

Lesi di daerah ventromedialis menyebabkan adipsia (hilang rasa haus) dan polifagia (rakus). Kemungkinan hipotalamus mengendalikan ini dengan cara tersebut dan ditambah secara neurohormonal yaitu dengan pengaturan ADH.

Pusat makan hipotalamus terletak di daerah nukleus lateralis hipotalami, sementara pusat kenyang terdapat di ventromedial

  1. Gangguan neurohormonal

Pada dasarnya gangguan pada neurohormonal oleh hipotalamus bergantung pada sekresi hormonal oleh hipofisis. Oleh karena itu sering disebut istilah hormon hipotalamik yang bersifat hipofisiotropik, yaitu:

    1. faktor pelepas hormon kortikotropin
    2. faktor pelepas hormon tirotropin
    3. faktor pelepas hormon somatotrofin
    4. faktor penhambat hormon somatotropin
    5. Folicle stimulating hormon
    6. faktor penghambat prolaktin
    7. faktor pelepas hormon laktasi
  1. Gangguan psiko-vegetatif autonom

Gangguan psiko-vegetatif autonom pada sistem susunan saraf autonom pusat terjadi karena gangguan emosi. Emosi, diekpresikan sebagai peraangai. Perangai ini dapat dimanifestasikan sebagai manifestasi susunan somatomotorik (merengut, senang, dsb) dan susunan autonom (pucat, wajah memerah, berkeringat, dsb)

Manifestasi gangguan autonom sendiri seringkali didapatkan pada pasien yang memeriksakan diri ke dokter. Serigkali pasien mengalami denyut jantung yang cepat meskipun tidak didapatkan kelainan kardiovaskuler.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.